STRUKTUR ORGANISASI DAN TANGGUNG JAWAB
STRUKTUR ORGANISASI DAN
TANGGUNG JAWAB
Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh,
salam sejahtera untuk kita semua semoga selalu dalam lindungan Tuhan yang maha Esa, dengan ini kami
ingin menyampaikan informasi mengenai struktur organisasi PT. Ravasia Inter
Solusindo.
a.
Struktur
organisasi
Organisasi merupakan suatu
alat untuk mencapai tujuan yang di tetapkanatas kerja sama, mempunyai bentuk
dan susunan yang secara jelas dan formil merumuskan bidang tugas dari tiap-tiap
unsur serta menegaskan hubungan kerja sama individu-individu dalam perusahaan.
Menyusun struktur organisasi merupakan langkah yang sangat penting untuk
melaksanakan kegiatan-kegiatan didalam organisasi. Dengan adanya struktur
organisasi maka akan terlihat pembagian tugas dan tanggung jawab untuk
memudahkan dalam mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan perusahaan. Menurut
pola hubungan kerja serta lalu lintas wewenang dan tanggung jawab, maka bentuk-bentuk
struktur organisasi sebagai berikut :
a.
Organisasi garis
Adalah
organisasi dimana tugas-tugas perencanaan, pengomandanan, dan pengawasan berada
pada satu tangan dan garis wewenang langsung dari pimpinan kepada bawahan.
b.
Dalam organisasi
garis dan staf, wewenang dari puncak pimpinan dilimpahkan kepada bagian-bagian
atasan yang dibawahi dalam semua bidang pokok dan kerja tambahan. Staf dibawah
puncak pimpinan tidak memiliki wewenang komando melainkan hanya dapat
memberikan pertimbangan sesuai dengan keahliannya. Tetapi organisasi besar dan
komplek mempunyai ruang lingkup kerja yang besar, dimana pimpinan
mendelegasikan beberapa wewenang kepada staf sesuai dengan keahlian mereka.
Dalam hal ini staf mengambil keputusan atau perintah kepada bawahan atas nama
pimpinan.
c.
Organisasi
Fungsional
Organisasi
fungsional adalah organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan macam-macam fungsi
yang harus dilaksanakan pada organisasi semacam ini wewenang pucuk pimpinan
dilimpahkan kepada bagian-bagian yang ada bawahannya dalam bidang kerja
tertentu dari satuan pelaksanaan yang ada dibawahnya, sepanjang itu menyangkut
bidang pekerjaan masing-masing.
Bila dilihat dari
bentuk-bentuk struktur organisasi diatas, maka PT. Ravasia Inter Solusindo dapat
dikatakan memiliki struktur organisasi garis dan staf, penggunaan struktur
organisasi ini dapat memudahkan kesatuan perintah dalam memberikan tugas dan
tanggung jawab kepada bawahan. Berikut ini merupakan Strutur organisasi PT.
Ravasia Inter Solusindo :
b.
Tugas dan
Tanggung Jawab Fungsi Terkait
1.
Commissioner/komisaris
Dewan
Komisaris adalah organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum
dan atau khusus sesuai dengan anggaran dasar serta memberi nasihat kepada
Direksi.
Dewan Komisaris
memiliki tugas fiduciary untuk bertindak demi kepentingan
terbaik perusahaan dan menghindari semua bentuk benturan kepentingan pribadi. Pengangkatan dan
pemberhentian, tugas dan wewenang, serta hak dan kewajiban Dewan Komisaris
serta hal-hal lain yang bertalian dengan Dewan Komisaris diatur dalam Anggaran
Dasar perusahaan serta ketentuan-ketentuan lain berdasarkan best
practices tata kelola bisnis.
2.
Director/Direktur
Secara umum direktur
adalah seseorang yang memimpin atau mengawasi bidang tertentu dari sebuah
perusahaan. Direktur biasanya melaporkan perkembangan perusahaan langsung
kepada wakil presiden atau kepada CEO secara langsung untuk memberi tahu mengenai
perkembangan organisasi.
tugas
seorang yang menjabat sebagai direktur perusahaan memiliki variasi yang berbeda
pada setiap perusahaan. Namun secara umum tugas seorang direktur adalah sebagai
berikut.
a. Mengelola bisnis dan menyusun strategi bisnis untuk
kemajuan perusahaan
b. Melakukan evaluasi terhadap kinerja karyawan di
perusahaan sehingga seluruh kinerja karyawan bisa ditingkatkan atau
dipertahankan.
c. Menentukan dan memilih staf-staf yang membantu dalam
perusahaan.
d. Menyetujui anggaran belanja perusahaan
e. Mengirim laporan secara rutin ke para pemegang saham
f. Melakukan pengadaan rapat dengan semua jajaran pada
perusahaan tersebut
g. Menerapkan visi misi perusahaan
Seorang direktur
bertanggung jawab penuh atas kerugian PT atau perusahaan yang disebabkan oleh
keteledoran mengelola perusahaan yang tidak sesuai dengan peraturan, tujuan
serta pedoman dan anggaran dasar perusahaan. Hal ini tidak berlaku apabila ia
telah melakukan pengaturan perusahaannya sesuai dengan seluruh peraturan
perusahaan dan peraturan hukum yang berlaku. Kebijakan ini sesuai dengan UU No
40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.
3.
Head of
Warehous/Kepala Gudang
Kepala gudang adalah
orang yang bertugas mengawasi semua pekerjaan berhubungan dengan gudang untuk
memenuhi keinginan atau target dari perusahaan tersebut. Karena dalam
sebuah perusahaan jasa logistik atau industri, akan dibutuhkan seorang pekerja
yang mampu mengendalikan dan mengoptimalisasi persediaan barang produksi.
Bagi seorang kepala
gudang, memahami apa yang akan dilakukannya untuk membuat sesuatu berjalan
sesuai dengan keinginan dan kebutuhan perusahaan merupakan tanggung jawabnya.
tugas
kepala gudang adalah sebagai berikut.
a.
Menilai segala kegiatan
Menilai
segala kegiatan akan menjadi sesuatu yang sangat penting, karena dengan
meninjaunya kamu akan memahami apa yang perlu ditingkatkan dan apa yang perlu
diperbaiki. Sebaiknya penilaian ini dilakukan sebulan sekali atau tiga bulan
sekali.
Tugas
kepala gudang adalah sesegera mungkin melakukan perbaikan pekerjaan apabila
terdapat kekeliruan, agar inventaris kamu bisa lebih ditingkatkan lagi dengan
penilaian atau evaluasi kinerja, baik pada saat rapat atau penyampaian laporan
kegiatan.
b.
Melaksanakan hal-hal sesuai SOP
Selanjutnya,
tugas kepala gudang adalah memulai segala ketertiban dari keluar masuknya
barang. Hal ini harus diawasi dengan sangat hati-hati dan tentunya menggunakan
SOP standar yang berlaku agar tidak menyalahi aturan yang sudah ditetapkan
serta harus dilakukan secara ketat sesuai perintah atau peraturan.
c.
Menyusun rencana
Seorang
kepala gudang adalah orang yang bertanggung jawab dalam membuat perencanaan
terlebih dahulu agar pekerjaan dilakukan dengan benar tanpa kesalahan dan
kendala. Mulai dari perencanaan pendapatan barang, penyimpanan barang sampai
barang didistribusikan dengan cepat dan dikembalikan ke konsumen.
d. Tugas kepala gudang selanjutnya yaitu
menjadi seorang pemimpin yang menjadi pimpinan bagi bawahannya. Selain itu,
kepala gudang juga menjadi contoh bagi karyawan yang bekerja dengannya.
e. Menginspeksi alur penerimaan dan pengiriman
produk dengan teliti
Tugas
kepala gudang yang terakhir adalah memastikan tujuan barang dan keadaan barang
berada di tempat yang sama, dicek kembali setiap akhir bulan. Setiap barang
yang masuk dan tidak terkirim akan diperbarui segera setelah barang disimpan
dengan rapi.
4.
Administration/staff Administrasi
Staff
administrasi adalah sebuah profesi yang umum dibutuhkan perusahaan dengan tugas
mengorganisir dan memastikan kegiatan yang bersifat administratif atau
ketatausahaan perusahaan berjalan dengan baik dan lancar.
Seorang
admin erat dengan kegiatan surat menyurat, pencatatan, menyusun dan memasukkan
data, pembukuan, mengatur agenda dan hal-hal lain yang sifatnya teknis demi
mendukung pencapaian tujuan organisasi.
tugas staff
admin secara umum:
a. Melakukan aktivitas pembukuan dasar.
b. Merencanakan dan mengatur jalannya rapat atau
konferensi.
c. Menulis dan mendistribusikan notulen rapat ke semua
pihak yang memerlukannya.
d. Menjaga dokumen perusahaan baik yang bentuknya fisik
atau digital.
e. Mengatur dan menyediakan berbagai dokumen yang
diperlukan, misalnya laporan atau dokumen informasi.
f. Melakukan penyortiran dan pendistribusian surat.
g. Mencari solusi dan menyelesaikan apabila terjadi
masalah administrasi, menganalisis data, dan menyusun laporan.
h. Memelihara dan menata perlengkapan kantor.
i. Memastikan ketersediaan alat tulis kantor di
perusahaan.
j. Korespondensi bisnis.
k. Mengkoordinasikan ruang kerja, komputer, dan
persediaan lainnya dengan departemen IT untuk karyawan baru
5.
Quality Control
(QC)
Quality Control adalah
salah satu bagian dari manajemen produksi yang mempunyai peran dan aturan hukum
tertentu dalam pengkontrolan pada proses pengemasan hingga mengeluarkan
produk-produk tersebut untuk dipasarkan dengan menjamin kualitas dan kuantitas
produk perusahaan tersebut. Pekerjaan Quality Control sangat mengutamakan
ketelitian dalam menilai kualitas produk-produk serta menjunjung tinggi
kepuasan konsumen terhadap produk-produk yang dipasarkan.
Quality
Control memiliki tugas dan kewenangan yang bervariasai, tergantung pada
industri di mana mereka bekerja. Mereka berwenang untuk menerima atau menolak
produk yang akan dipasarkan. Ketika tim QC menemukan cacat pada hasil produksi,
mereka berwenang untuk meminta produk yang cacat tersebut ditarik kembali untuk
perbaikan.
Sedangkan
berikut ini adalah tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh seorang Quality
Control:
a.
Memantau dan
menguji perkembangan semua produk yang diproduksi oleh perusahaan.
b.
Memverifikasi
kualitas produk
c.
Memonitor setiap
proses yang terlibat dalam produksi produk.
d.
Memastikan
kualitas barang produksi sesuai standar agar lulus pemeriksaan.
e.
Merekomendasikan
pengolahan ulang produk-produk berkualitas rendah.
f.
Melakukan
dokumentasi inspeksi dan tes yang dilakukan pada produk dari sebuah perusahaan.
g.
Membuat analisis
catatan sejarah perangkat dan dokumentasi produk sebelumnya untuk referensi di
masa mendatang.
h.
Membuat
Pembukuan Personal QC / QCA
6.
Manager
Marketing
Marketing
manager adalah salah satu jabatan
struktural di sebuah tim marketing perusahaan. Ia adalah pemimpin semua
kampanye pemasaran perusahaan dan mengatur semua strategi pemasaran yang
dibuat. Peran yang amat besar ini menjadikan marketing manager sebagai
salah satu posisi vital di sebuah perusahaan.
berikut beberapa
tanggung jawab dan deskripsi pekerjaan yang akan dijalankan dalam peran
tersebut:
a.
Memimpin
inisiasi promosi produk marketing manager
Hal
utama yang dilakukan oleh figur pada posisi ini adalah menginisiasi promosi
produk. Untuk memulai inisiasi produk, dibutuhkan data penjualan dan pengguna. Dari
data tersebut, akan ditentukan produk mana yang perlu diinisiasi ulang untuk
memperbaiki penjualan.
b.
Mengoordinasikan
strategi pemasaran marketing manager
Strategi
diperlukan untuk memastikan agar proses marketing berhasil. Di sini peran
seorang marketing manager menjadi penting karena lewat intuisinya, ia akan
mengetahui strategi apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan untuk
memasarkan produknya.
c.
Mengatur budget
untuk setiap kampanye/iklan marketing manager
Setiap
kampanye yang dilakukan oleh tim marketing memiliki tujuan yang berbeda-beda.
Nah, di sinilah tugas marketing manager untuk memastikan setiap kampanye yang
memiliki tujuan besar malah memiliki budget lebih sedikit dibandingkan kampanye
dengan tujuan kecil.
d.
Memonitor
pertumbuhan perusahaan marketing manager
Setiap
proses marketing yang dilakukan oleh perusahaan pasti akan dievaluasi. Salah
satu evaluasinya adalah mengenai pertumbuhan perusahaan, mulai dari tingkat
kepercayaan pengguna terhadap produk yang dijual hingga seberapa jauh pengguna
mau terus menggunakan produk tersebut.
e.
Mencoba proses
marketing baru marketing manager
Untuk
memperbesar kemungkinan menggaet calon pengguna. Proses seleksi ini menjadi
tugas marketing manager. Ia harus mencari hal baru, mulai dari strategi hingga
channel marketing, dan menyeleksi kemungkinan yang akan terjadi.
7.
Digital
marketing
Digital
marketing dapat diartikan sebagai kegiatan
pemasaran atau promosi suatu merek atau brand produk atau jasa yang dilakukan
melalui media digital. Tujuan pemasaran ini adalah menjangkau
sebanyak-banyaknya pelanggan dengan cara yang efisien, relevan, dan efisien.
Digital marketer bertanggung
jawab atas branding produk yang dihasilkan perusahaan. Dalam membangun brand
awareness dan berkomunikasi dengan konsumen, seorang digital
marketer menggunakan channel-channel digital seperti e-mail, website,
juga media sosial. Karena pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pemasaran
diyakini dapat menjangkau konsumen lebih maksimal.
8.
Design &
creator
adalah proses secara
tidak langsung dan langsung mendesign
dan mempromosikan bisnis atau merek melalui konten teks,
video, atau audio yang bernilai tambah baik secara online maupun offline.
Hal itu bisa terjadi dalam bentuk long-form (seperti blog,
artikel, e-book, dan sebagainya), short-form (seperti, update Twitter, update Instagram, update tiktok, update Facebook,
gambar, dan sebagainya), atau bentuk percakapan (misalnya, sharing konten
melalui Twitter atau berpartisipasi dalam diskusi aktif via komentar blog atau
melalui forum online).
Semoga informasi yang kami berikan
bermanfaat bagi Bapak/Ibu, atas
perhatian Bapak/Ibu
kami sampaikan terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar